Sumatera Barat Siapkan Diri Jadi Lumbung Energi Bersih Sumatera: Potensi Geothermal Capai 1.705 MW
Padang, Kontribusi.com -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan energi bersih dengan mengakselerasi eksplorasi potensi panas bumi (geothermal) di sejumlah wilayah. Dengan total potensi mencapai 1.705 megawatt elektrik (MWe), Sumbar digadang-gadang menjadi lumbung energi baru terbarukan (EBT) terbesar di Pulau Sumatera dalam satu dekade mendatang.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, menyampaikan bahwa saat ini Sumbar telah mengidentifikasi 20 titik potensi panas bumi, namun baru lima titik yang ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) maupun Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE).
"Dari lima lokasi tersebut, hanya WKP Liki Pinang Awan di Solok Selatan yang telah beroperasi. WKP Bonjol di Kabupaten Pasaman akan memulai pengeboran eksplorasi pada Agustus mendatang," ujar Helmi dalam keterangannya, Rabu (10/7).
Adapun lima titik yang telah ditetapkan yakni:
-
WKP Liki Pinang Awan -- Kabupaten Solok Selatan (220 MW, berproduksi)
-
WKP Gunung Talang-Bukit Kili -- Kabupaten Solok (20 MW, tertunda)
-
WPSE Bonjol -- Kabupaten Pasaman (60 MW)
-
WPSE Singgalang-Tandikek -- Kabupaten Tanah Datar (20 MW)
-
WPSE Koto Sani Tanjung Bingkuang -- Kabupaten Solok (20 MW)
Satu-satunya proyek yang telah mencapai tahap operasi komersial adalah PLTP Muaralaboh di Solok Selatan, dikelola oleh PT Supreme Energi, dengan kapasitas 85 MW dan potensi pengembangan hingga 220 MW.
Sementara itu, WKP Gunung Talang-Bukit Kili masih tertunda menyusul adanya penolakan dari masyarakat beberapa tahun lalu. Eksplorasi sebelumnya dilakukan oleh PT Hitay Daya Energi.
Penulis: Rudi Apriasi, ST
Editor: Fajar
Sumber: ESDM Sumbar





